banner 728x250
Berita  

SPKS Dan PT. AAN Sosialisasikan NDPE Ke Dua KopBun Didesa Setawar

banner 120x600
banner 468x60

SEKADAU seputarkapuas.id
PT Agro Andalan (PT AAN) merupakan anak perusahaan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) telah melakukan sosialisasi Kebijakan Keberlanjutan kepada Koperasi Perkebunan (Kopbun) yang merupakan mitra PT AAN dalam memasok buah kelapa sawit, di aula Kantor Kebun PT AAN di Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu, Rabu (15/12/2021).

Sosialisasi dilakukan oleh Bidang Kepatuhan dan Sistem Manajemen DSN Group dan dipandu langsung oleh Imanuel Tibian yang merupakan pimpinan CSR DSN Group Area Kalimantan Barat.

banner 336x280

Dua koperasi perkebunan yang terlibat dalam sosialisasi ini adalah Koperasi Perkebunan Persada Engkersik Lestari dan Koperasi Produsen Perkebunan Piansak Mandiri dimana keduanya merupakan koperasi binaan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan menjadi mitra PT AAN dalam memasok buah kelapa sawit.

Materi yang disosialisasikan adalah Kebijakan Keberlanjutan yang didalamnya mencakup juga kebijakan NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation). Dalam arahan pembukaannya, Imanuel Tibian mengatakan kebijakan NDPE merupakan kebijakan yang dirilis oleh DSN Group pada Maret 2020 untuk melengkapi kebijakan keberlanjutan DSN Group yang sudah ada. Kebijakan ini merupakan komitmen DSN Group dan para mitra dalam menjalankan praktek perkebunan sawit yang berkelanjutan.

Triwibowo dari Bidang Kepatuhan dan Sistem Manajemen DSN Group menyampaikan kebijakan NDPE ini merupakan komitmen DSN Group beserta anak perusahaan dan semua mitranya untuk mencegah deforestasi, pembukaan lahan gambut berapa pun kedalamannya dan juga menolak eksploitasi pada lingkungan, karyawan serta masyarakat.

“Kebijakan ini juga memberikan arah dalam menjalankan usaha perkebunan sawit agar tetap berkelanjutan, hidup bersama masyarakat dalam lingkungan yang lestari.
Selain memperkenalkan kebijakan berkelanjutan, DSN Group juga memperkenalkan proses traceability, untuk mengenali mitra pemasok buah kelapa sawit,” jelas Triwibowo.

“Dengan mengenali para mitra maka DSN Group dan para mitra dapat bersama-sama mengelola perkebunan sawit yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas para mitra. Sosialisasi proses traceability ini disampaikan oleh Masud Azharudin secara daring,” tambahnya.

Sementara itu ketua SPKS Kabupaten Sekadau, Bernadus Mohtar yang mendampingi ketua Kopbun mengatakan bahwa setiap kegiatan pembinaan petani selalu melibatkan pihak PT AAN dan berharap pembinaan terus dapat dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan.

“Saat ini lanjut Bernadus Mohtar, SPKS sedang mendorong Kopbun Persada Engkersik Lestari (PEL) untuk mendapatkan sertifikat RSPO. Ditargetkan pada Januari 2022, audit sertifikasi RSPO sudah dapat dijalankan. Tahap yang sedang dilakukan adalah pemetaan dan pendataan kebun petani,” kata Mohtar Ketua SPKS Kabupaten Sekadau.

Selain kegiatan perkebunan kelapa sawit, SPKS juga mendorong petani kopbun untuk menjaga hutan yang masih ada. Untuk itu SPKS bersama pemerintah desa sedang menyiapkan perdes perlindungan hutan sebagai payung hukum pelaksanaan perlindungan hutan.

Laporan: Suryadi

banner 336x280
error: Content is protected !!