banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
Berita  

Hadiri Ritual Adat Pencolap Pungkodut Di PT.GKM, Wabup Ontot: Masyarakat Jangan Terprovokasi

SANGGAU seputarkapuas.id
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot Menghadiri Kegiatan Ritual Adat Pencolap Pengkodut yang bertempat di Kantor utama PT. GKM (Global Kalimantan Makmur), Kecamatan Sekayam. Kamis, (16/12/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Dapil IV Kab. Sanggau Bapak Hendrikus Hengki, Asisten I Yakobus, Kepala Bagian Hukum Marina Rona, Para Ketua DAD Kec. Sekayam, Beduai, Kembayan dan Noyan, Forkopimcam Kec. Sekayam, Beduai, Kembayan dan Noyan, CA dan CSR HPI Agro Paolus Nokus,  GM Area 3 PT. GKM dan PT. SL Sahala Pamingotan Siahaan, Para Temenggung serta para tamu undangan.

Dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyampaikan bahwa ritual adat “Pencolap Pengkodut” ini merupakan ritual untuk menghilangkan niat jahat oleh oknum yang akan merusak hubungan antara pihak perusahaan, petani mitra dan masyarakat setempat. Beliau mengatakan bahwa ritual ini harus tetap terjaga dan dilaksanakan karena melibatkan banyak pihak.” ucapnya.

“Hari ini kita melakukan ritual adat Pencolap Pengkodut di PT. GKM (Global Kalimantan Makmur) dengan maksud menghilangkan niat yang tidak baik oleh oknum terhadap perusahaan PT. GKM dan PT. SL serta petani mitra agar tercapai tujuan kita bersama. Ritual ini tentu menjadi prosesi yang sangat sakral karena melibatkan banyak pihak pemangku adat dan juiga disaksikan oleh pihak perusahaan, petani mitra dan perwakilan masyarakat setempat,” ucap Yohanes Ontot. 

Lanjut Wakil Bupati Sanggau dua periode ini mengatakan bahwa esensi dari kegiatan hari ini adalah sebagai pengingat kepada pihak atau oknum terkait agar tidak melakukan tindakan yang merugikan semua pihak. Ritual ini tentunya tidak memihak siapa yang salah satu pihak baik perusahaan maupun petani mitra. Kegiatan ini tentunya menjadi evaluasi bagi perusahaan untuk menganalisa kebutuhan masyarakat sehingga tidak terulang Kembali kejadian yang tidak di inginkan.”

“Tentu esensi dari kegiatan kita hari adalah ritual ini bukan hanya ritual untuk sepihak saja, tapi ritual untuk kedua belah pihak mau pihak pengelola perusahaan ataupun pihak petani serta masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini tentu sebuah prosesi yang sangat krusial sebenarnya, artinya kegiatan ini bukan menguntungkan pihak-pihak tertentu tapi harus ada pemahaman kedua belah pihak. Seperti yang telah dijelaskan oleh perwakilan dari empat DAD Kecamatan.

Wakil Bupati Sanggau yang juga sebagai ketua DAD Kabupaten Sanggau mengingatkan kepada pihak perusahaan untuk membentuk tim analisa khusus terkait dengan kebutuhan masyarakat setempat yang tentunya mengeneralisasi semua kalangan sehingga dapat di akomodir, seperti halnya mengingatkan kepada tim tersebut untuk mengkaji ulang dokumen-dokumen mengenai analisis dampak lingkungan, hak-hak petani maupun hak masyarakat setempat sebagai pedoman dalam penangan lingkungan, CSR, pembukaan lapangan kerja yang menyeluruh sehingga dapat meningkatkan perekonomian setempat.” pungkasnya.

Dalam sambutannya, perwakilan dari PT. GKM dan SL Sahala Pamingotan Siahaan menyampaikan harapannya agar dengan adanya ritual adat tersebut tidak adalagi pencurian baik itu di perusahaan maupun kebun pribadi bisa semakin berkurang. “Beliau juga menyampaikan bahwa dari segi pencapaian produksi perusahaan sangat jauh dari harapan manajemen perusahaan dari target yang diberikan oleh manajemen perusahaan. Salah satu menurunnya pencapaian produksi ini adalah tindak pencurian terhadap hasil panen. Beliau juga berharap bahwa dengan adanya ritual adat tersebut masyarakat adat, karyawan perusahaan dan manajemen perusahaan bisa bersinergi dengan baik lagi kedepannya.” Harapnya

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari DAD Kecamatan Thomas,  menyampaikan bahwa ritual ini bertujuan untuk menyentuh hati orang banyak atau masyarakat adat baik itu karyawan, manajemen dan masyarakat umum agar tersentuh lah hati oknum yang memiliki niat jahat terhadap perusahaan maupun masyarakat. Beliau juga mengatakan bahwa terdapat pagar adat yang hidup, nyata dan terlihat untuk melindungi masyarakat umum yaitu pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan para pengurus dewan adat yang perlu di ingat untuk diajak berdiskusi sehingga terjalin hubungan baik antar sesama. Semoga Kerjasama yang baik dapat dilakukan demi keamanan, kenyamanan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Sanggau khususnya Kecamatan Sekayam, Beduai, Kembayan dan Noyan.” tutupnya.

Laporan: Andi

error: Content is protected !!