banner 728x250
Berita  

Sungai Kapuas Dan Sekayam Meluap, Ribuan Rumah Warga Sanggau Tergenang

SANGGAU seputarkapuas.id
Luapan sungai kapuas dan sungai sekayam akibat dampak hujan berkepanjangan
Mulai menggenangi permukiman warga di beberapa wilayah di Kecamatan Kapuas,  Kecamatan Mukok, dan Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 14 Maret 2024. Banjir akibat luapan sungai itu terjadi sejak 6 Maret 2024 hingga saat ini.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau Tri Dibyo mengatakan, berdasarkan monitoring langsung oleh anggota TRC BPBD Kabupaten Sanggau, tinggi muka air sungai Kapuas bertahan sama dengan pada tanggal 13 Maret 2024 (15 senti meter).

“Berdasarkan data sementara lokasi yang terdampak banjir diantaranya adalah di Kecamatan Kapuas sebanyak 5 Kelurahan dan dua Desa, kemudian di Kecamatan Mukok 3 Desa dan di Kecamatan Toba 1 Desa,”katanya, Kamis 14 Maret 2024.

Sampai saat ini, kondisi banjir masih menggenangi area permukiman penduduk di beberapa wilayah Kecamatan dan cenderung semakin bertambah. Akibatnya banjir ini tentunya terganggunya aktivitas masyarakat.

Berikut data sementara warga yang terdampak banjir yang masuk ke Posko TRC BPBD Kabupaten Sanggau. Kecamatan Kapuas sebanyak 1.729 warga terdampak, dan rumah yang terendam sebanyak 399 rumah.

Kemudian di Kecamatan Mukok sebanyak 686 warga yang terdampak dan rumah yang terendam sebanyak 12 rumah. Kemudian di Kecamatan Toba sebanyak 68 rumah yang terdampak dengan jumlah jiwa sebanyak 263. “Total keseluruhannya rumah yang terdampak sebanyak 2.415, dan terendam sebanyak 411,”jelasnya.

TRC BPBD Kabupaten Sanggau juga melakukan monitoring langsung ke lokasi di dalam Kota Sanggau, melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Kecamatan dan pihak desa.

Kemudian mengumpulkan informasi secara langsung dan melalui media sosial. Oleh karenanya, diimbau kepada tim Kecamatan dan tim Desa dan masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan akibat bencana banjir